Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label karir

Gaji Ditambah Kok Malah Tambah Loyo?

Loyo yang saya tulis diatas maksudnya adalah demotivasi ya. Biasanya orang naik gaji itu tambah semangat. Tapi salah seorang supervisor saya malah kebalikannya.  Awalnya dia cerita sama saya kalau mengharapkan kenaikan gaji. Padahal di Desember kemarin sudah dapat kenaikan berkala. Alasannya karena butuh ada dana yang bisa dia tabung untuk persiapan masa depan. Karena kinerja orang tersebut sangat baik jadi saya coba menawarkan dia challenge. Dia terima dan ternyata hasilnya baik. Singkat cerita setelah mendapat persetujuan saya naikkan gaji dia 10%. Senanglah dia. Bulan kedua setelah kenaikan gajinya saya melihat dia kok jadi loyo dan terlihat seperti ada sesuatu yang membuat dia demotivasi dalam bekerja. Ketika saya tanya ternyata dia tidak mengakui apa yang saya tanyakan yang berdasarkan pengamatan saya. Dia bilang; " Ah gak ada apa - apa kok pak. " Gaji Ditambah Kok Malah Tambah Loyo? (Gambar oleh www_slon_pics dari Pixabay) Singkat cerita lagi, saya mengetahui kalau oran...

Memulai Profesionalisme dari Hal Sederhana

Mungkin banyak yang berpikir kalau profesional itu wajibnya ketika sudah punya jabatan di kantor. Padahal sebenarnya bisa dimulai dengan hal sederhana sebagai berikut; 1. Foto Profil Whatsapp dan Email. Yang paling penting sebenarnya whatsapp. Kalian pasti tau kan kalau ketika chatting di WA, profil kita kelihatan sama lawan chat kalian? Misalnya nih foto profil kalian menggunakan foto peliharaan kalian. Kebayang gak sih kalau akan ada orang yang ketika chat sama kamu akan merasa lagi chat sama anjing atau kucing atau piton? Jujur, saya kalau chat sama orang yang profilnya kartun jadi berasa kaya chat sama anak kecil. Ya gak masalah juga sih kalau misalnya saya memang lagi chat sama Rafathar atau Gempi. Masih mending kalau pakai logo, simbol atau kalimat motifasi sebagai foto. Tapi baiknya ya pakai foto terbaik kalian. Terutama untuk nomor yang dipakai untuk urusan kantor. Dan sebenarnya foto di studio itu relatif terjangkau lho. Cuma 30rb per gambar kalau tidak salah. 2. Berpenampilan...

Memupuk Mental Pekerja

Halo sahabat pekerja. Kalau sudah belajar cara mencari kerja yang ter-the-best jangan lupa untuk memupuk mental pekerja juga ya. Menurut saya bekerja itu bukan cuma soal kerja - kerja - kerja. Tapi kerja - belajar - latihan mental. Ada apa gerangan dengan kalian yang dikit - dikit ngatain orang toxic ? Terus jadi alasan untuk resign meskipun belum ada pekerjaan pengganti. Kalau kalah dalam pertandingan jangan menyalahkan lawan yang terlalu kuat. Salahkan diri sendiri yang kurang terlatih. Lingkungan kerja yang kamu bilang toxic itu mimpi bagi ribuan orang lho. Dan itu bagian dari latihan mental. Dulu waktu aktif di organisasi sekolah atau kampus saya sering banget di teriakin "dasar mental tempee" sama senior saat malam pelantikan. Makanya sekarang mental saya udah kaya tempe goreng tepung yang kebanyak tepung beras yang kalo dimakan bisa bikin gigi patah. Ternyata ada gunanya juga ya di bentak - bentak senior. Hahaha. Memupuk Mental Pekerja (Gambar oleh Dian A. Yudianto dari...